Politik

Panwaslu Purwakarta Gandeng Sahabat Bawaslu Awasi Pilkada 2018

Ketua Panwaslu purwakarta, oyang este binos, ketua kpu purwakarta, ramlam maulana dan ketua dewan mesjid indonesia saat menggelar sosialisasi pilkada 2018

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Meningkatkan pengawasan Pilkada, Panwaslu Kabupaten Purwakarta menggandeng relawan Pengawas Pemilu. Relawan itu dinamai Sahabat Bawaslu.

Proses “rekrutmen” Sahabat Bawaslu itu sendiri ditempuh melalui prosesi kegiatan bertajuk Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif. Hingga tahapan kampanye ini Panwaslu telah menggelar sedikitnya 6 kali kegiatan Sosialisasi dengan jumlah peserta masing-masing 100 orang.

“Mereka kita gandeng diproyeksi menjadi tambahan mata panwas untuk melakukan pengawasan pemilu. Selain dibekali materi kepemiluan, peserta juga didaulat siap melaporkan jika di lapangan ditemukan dugaan pelanggaran pemilu,” ungkap Ketua Panwaslu Kabupaten Purwakarta Oyang Este Binos, S.Fil.I, kepada awak media, Kamis (8/3/2018).

Keenam relawan itu yang pertama yakni anggota Pramuka tingkat penggalang, kedua unsur stakeholder tingkat Kabupaten dan Kecamatan, ketiga mahasiswa dan santri, keempat LSM serta wartawan dan kelima yaitu kalangan Penyuluh Agama Islam, Pengawas Sekolah serta pimpinan Kantor Urusan Agama (KUA) se-Purwakarta dibawah Kantor Kementrian Agama Kabupaten Purwakarta, sementara keenam kalangan Ketua dan Pengelola Masjid.

“Mereka memiliki peran penting dalam pengawasan, untuk itu panwaslu merangkul mereka sebagai relawan,” ujarnya.

Selain itu, di luar keenam elemen ini Panwaslu masih akan bergerak menyisir dan melakukan upaya penangkalan terhadap setiap potensi pelanggaran pemilu melalui kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif. Beberapa elemen tersebut diantaranya ASN di lingkungan Pemkab Purwakarta, para guru PKN, para Kepala Desa/Lurah serta unsur penting lainnya. Sosialisasi dilakukan bertahap. Di akhir, Panwaslu juga berencana menggelar Apel Siaga Pengawasan Pemilu dan para Sahabat Bawaslu akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan sosialisasi ini cukup efektif. Terbukti banyak laporan awal masuk dari masyarakat, sehingga potensi pelanggaran sejak dini bisa dicegah. Di luar itu, kasus pelanggaran pemilu yang diproses juga berawal dari informasi masyarakat yang selanjutnya ditindaklanjuti Panwaslu. Kami ingin libatkan sebanyak banyaknya masyarakat. Termasuk juga mengawasi proses penindakannya oleh kami di Panwaslu,” pungkasnya.

Click to comment

Berita Populer

To Top