Pendidikan

Kadisdik Purwakarta Ingin Gedung SDN 1 Malangnengah Selasai Dalam 3 Bulan

Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, H Purwanato saat mengamati kegiatan belajar mengajar sisawa SDN Kahuripan

Purwakarta Post – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, H Purwanto menginginkan agar pengembang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) dapat menyelesaikan pengerjaan pembangunan gedung SDN 1 Malangnengah dalam waktu tiga bulan.

Menurut Purwanto kegiatan belajar mengajar siswa SDN 1 Malangnengah Kecamatan Sukatani yang direlokasi ke aula desa setempat tentu sangat tidak nyaman untuk belajar.

Namun menurutnya pemindahan tempat belajar ke aula desa adalah yang terbaik dibandingkan bila harus meliburkan siswa.

“Soal anak-anak berisik di sekolah itu sudah biasa, kalau soal nyaman dan tidak nyaman yah gimana lagi, dari pada anak-anak tidak belajar,” ujar dia, Selasa (7/1/2020).

Pastinya yang tidak boleh diabaikan menurut Purwanto ialah materi pelajaran yang disampaikan guru dapat diserap siswa dan tidak mengurangi jam belajar. Sehingga faktor tempat tidak menjadi hal utama apakah kegiatan belajar di dalam ruangan atau di luar ruangan.

“Kegiatan belajar mengajar mau di ruang terbuka juga tidak apa-apa, termasuk di aula kantor desa,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 261 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Malangnengah Kecamtan Sukatani Kabupaten Purwakarta terpaksa harus belajar di aula desa setelah bangunan sekolah mereka dirobohkan karena berada di zona proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).

Salah seorang guru SD Negeri 1 Malangnengah Aja Sapta mengatakan, pemindahan ini hasil kesepakatan bersama antara pihak sekolah, pemerintah desa dan orang tua siswa.

“Hasil musyawarah bersama, semua sepakat proses belajar mengajar awal semester dua ini di aula desa menunggu pembangunan sekolah baru selesai,” ungkap dia.

Ia mengatakan, pihak pengembang pembanguna kereta api cepat Jakarta-Bandung menargetkan proses pembangunan sekolah baru selama enam bulan. Namun jika sudah selesai kurang dari enam bulan kegiatan belajar mengajar dapat segera pindah.

Baca juga :  Polres Purwakarta Gelar Nobar Film 22 Menit

“Pokokonya menunggu pengerjaan sekolah baru selesai saja, bisa kurang bisa juga lebih dari enam bulan,” kata Aja.

Ia mengatakan, kegiatan belajar mengajar di sini memanfaatkan aula desa yang dibagi menjadi dua kelas, kemudian menggunakan gedung pelayanan kesehatan.

“Jadi semuanya ada tiga ruangan. Proses belajar dibagi dua ship, kelas 1, II dan III pukul 06.00 Wib sampai 09.00 Wib, sementara kelas 1V, V dan VI pukul 09.00 Wib sampai 12.00 Wib,” ujar dia.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top