Purwakarta

Cabuli 5 Anak di Purwakarta, Seorang Jamaah Khuruj Asal NTT Diringkus Polisi

ilustrasi

Purwakarta Post – Sebanyak lima anak di bawah umur di lingkungan mesjid Perum Ciwangi, Desa Cibening, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta dilaporkan menjadi korban pencabulan Az (25) jamaah khuruj asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tinggal di mesjid.

Seluruh korban berjenis kelamin laki-laki, kelimanya yakni, Ra (9), Sa (10), R (10), De (11) dan RA (11). Kasus pencabulan ini terungkap setelah salah satu korban melaporkan perbuatan Az kepada orang tuanya.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Handreas Adrian menuturkan kronologi kejadian bermula saat Az bersama empat orang lain melakukan khuruj ke mesjid di Perum Ciwangi.

Setelah beberapa hari tinggal di mesjid, Az kemudian mengajak kelima korban untuk menunjukan lokasi toilet mesjid, namun belum sampai toilet korban malah dicabuli dengan cara korban dicium, digerayangi, dan pelaku menggesek-gesekan alat vitalnya ke bagian tubuh korban.

“Kasus ini terungkap, saat salah satu korban menceritakan ke orang tuanya terkait perbuatan pelaku ini,” ujar AKP Handreas, Kamis (4/7/2019).

Perilaku bejat pelaku kepada korban tidak dilakukan dalam sehari melainkan tiga hari berturut-turut.

baca juga: Cabuli Anak Di Bawah Umur, Buruh Serabutan Dibekuk Polisi

Karena merasa diperlakukan tidak bermoral, kelima korban kemudian menjauhi pelaku. Korban kemudian melaporkan tindakan asusila pelaku kepada orang tuanya.

“Ini terungkap karena salah satu korban melaporkan kasus ini kepada orang tuanya. Lalu, orang tua tersebut bertanya pada korban lainnya, dan jawabannya sama mereka telah dilecehkan,” papar AKP Handreas.

Orang tua korban lalu bersama masyarakat Perum Ciwangi menggiring dan melaporkan pelaku ke Mapolres Purwakarta.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 UU RI No 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman 15 tahun.

“Kami mengimbau kepada orang tua, jika ada anaknya yang menjadi korban pelecehan seksual oleh pelaku segera melaporkannya ke Mapolres Purwakarta,” timpal AKP Handreas.

Saat dilakukan interogasi, Az mengaku melakukan tindakan pencabulan lantaran saat dia kecil dulu juga menjadi korban yang sama oleh pelaku lain.

“Jadi saya nekad melakukan itu. Sebab, teringat saat saya masih SMP dan SMA, pernah menjadi korban yang sama,” kata Az saat mendekam di jeruji besi Mapolres Purwakarta.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top