Politik

Analis Sebut Isu SARA Tidak Laku di Pilgub Jabar 2018

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Analis Politik POINT Indonesia, Arif Nurul Imam mengatakan Isu SARA masih mungkin dimainkan dalam arena kontestasi Pilgub Jawa Barat 2018. Sebagaimana diketahui, kemunculan isu SARA dapat merusak tenun kebangsaan karena berorientasi pada politik identitas bukan rasional.

“Kemungkinan isu SARA dimainkan di Pilkada Jabar itu masih ada. Tetapi, saya kira dampaknya tidak akan signifikan. Karena, para bakal calon yang muncul itu orang lokal semua,” kata Arif saat dihubungi, Jum’at (5/1/2018).

Menurut Arif, isu SARA bahkan tidak akan laku dijual dan tidak akan menemukan momentum kebangkitan di Jawa Barat. Hal ini karena, terdapat satu pasangan calon yang mampu meminimalisir isu tersebut.

“Pasangan ‘2DM’, Dedi Mulyadi – Deddy Mizwar menjadi pasangan yang merefresentasikan kubu nasionalis dan kubu religius. Maka, saya kira ini sangat mewakili corak publik Jawa Barat. Serangan isu SARA kepada Dedi Mulyadi akan berkurang karena bisa diredam oleh Deddy Mizwar,” paparnya.

Lawan politik ‘2DM’ lanjut Arif masih akan berusaha mendeligitimasi dengan menggunakan isu SARA. Meski begitu, ia memandang cara tersebut tidak akan melahirkan dampak elektoral untuk menggerus elektabilitas pasangan tersebut.

“Dampak elektoralnya tidak akan signifikan. Dedi Mulyadi memiliki latar belakang sebagai Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama sekaligus Koordinator Presidium KAHMI Jawa Barat. Saya kira ini counter issue yang bisa meredam isu SARA di Jawa Barat,” tuturnya.

Alih-alih isu SARA akan berkembang, lanjut Arif, Pilgub Jawa Barat malah akan menyajikan ‘perang kesalehan’. Para kandidat yang bertarung akan sama-sama membuktikan bahwa mereka lah tokoh yang paling merefrentasikan nilai kesalehan dan paling religius,” katanya.

Sumbangsih di Pilkada Jabar

Sementara itu, kandidat calon Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan ‘2DM’ akan memberikan sumbangsih besar di Pilgub Jawa Barat. Kata dia, selama ini nilai nasionalisme dan religius selalu dipertentangkan dalam arena kontestasi politik melalui frame isu SARA.

“Kali ini, keduanya bergabung. Satu nasionalis, satu religius. Kali ini kedua nilai itu tidak bisa dipertentangkan,” katanya, Kamis (4/1/2018).

Dedi berharap kehadirannya bersama Deddy Mizwar mampu memberikan rasa tenang, nyaman dan ketertiban bagi seluruh masyarakat Jawa Barat.

“Pilkada Jabar harus mampu melahirkan ketenangan, ketertiban dan rasa nyaman serta adem bagi publik Jawa Barat,” tandasnya.

Click to comment

Berita Populer

To Top