Purwakarta

1.267 Majelis Taklim di Purwakarta Belum Terdaftar di Kemenag

Kepala Kemenag Purwakarta, h Yedi Ahmad junaedi

Purwakarta Post – Sebanyak 1.267 majelis taklim di Kabupaten Purwakarta belum terdaftar di Kantor Kementerian Agama melalui aplikasi Simpenais (Sistem Informasi Penerangan Agama Islam).

Malalui Peraturan Menteri Agama Nomor 29 tahun 2019 yang dikeluarkan tanggal 13 Nopember 2019 pada Pasal 6 ayat (1) PMA ini mengatur bahwa majelis taklim harus terdaftar pada kantor Kementerian Agama.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purwakarta, H.Tedi Ahmad Junaedi melalui Kepala Seksi Bimas Islam, H. Agus Salahudin menjelaskan bahwa PMA ini tidak mewajibkan majelis taklim untuk mendaftar hanya saja diimbau agar terdaftar. Pasalnya, Dalam peraturan tersebut tidak mencantumkan sanksi bagi MT yang tidak terdaftar.

“Itu artinya peraturan ini lebih kepada himbauan. Di Kemenag Purwakarta selama ini baru bersifat himbauan agar seluruh majelis taklim itu terdaftar di Aplikasi Simpenais (Sistem Imformasi Penerangan Agama Islam),” ucap Agus Salahudin, Selasa (3/12/2019).

Agus menambahkan, terdaftarnya majelis taklim akan memudahkan Kemenag dalam melakukan pembinaan. Ada banyak pembinaan yang bisa dilakukan, misalnya workshop dan dialog tentang manajemen majelis taklim dan materi dakwah, penguatan organisasi, peningkatan kompetensi pengurus, dan pemberdayaan jamaah.

“Termasuk juga pemberian bantuan pemerintah, baik melalui APBN maupun APBD. PMA ini bisa dijadikan dasar atau payung hukum,” ujar dia.

Ditambahkannya, Peraturan Menteri Agama ini juga bisa menjadi panduan masyarakat saat akan membentuk majelis taklim. PMA ini diperuntukkan sebagai pedoman publik.

“Jadi, PMA ini lebih kepada untuk memfasilitasi dan memudahkan pembinaan majelis taklim,” kata Agus.

Di Kabupaten Purwakarta jumlah majelis taklim ada 1.867 tapi untuk saat ini yang terdaftar di Simpenais kurang lebih 600 majelis taklim.

Baca juga :  Rem Blong, Kontainer Tabrak 5 Kendaraan di Pertigaan Cimaung
Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top