Purwakarta

Halim Generasi Pertama dan Terakhir Pengrajin Gula Aren Cikeris Purwakarta

Purwakarta Post – Kakek Halim berusia 78 tahun merupakan generasi pertama dan terakhir pengrajin gula aren Cikeris asal Kampung Sumbersari RT 10 RW 03 Desa Pawenang Kecamatan Bojong, Purwakarta yang masih bertahan.

Kakek Halim dibantu sang istri yakni Hotimah yang berusia 67 tahun setiap hari memproduksi gula aren Cikeris. Ukuran cetakan dan kemasan dari daun aren yang menjadikan produk gula aren miliknya tetap bertahan hingga kini.

Kakek Halim sendiri mulai menggeluti pengolahan gula dari sadapan pohon aren sejak tahun 1948 atau tepatnya saat Kakek halim berusia 7 tahun.

Semula dia membuat gula aren langsung dari pohon aren yang disadap, namun karena faktor usia kini Kakek Halim beralih dengan memanfaatkan gula aren jadi lalu diolah kembali menjadi gulan aren dengan cetakan mini yang biasa disebut gula aren Cikeris.

Untuk membuat gula aren Cikeris, Halim harus memasak kembali gula aren lalu dicetak menggunakan bambu kecil berdiameter 3 sentimeter. Setelah gula dicetak lalu dibungkus menggunakan daun aren kering. Pembungkusan dengan daun aren dapat menambah aroma gula aren semakin kuat.

Dalam sehari Kakek Halim dan Mak Hotimah dapat memprodukai hingga 1.400 gula aren Cikeris. Namun jumlah tersebut tidak menentu tergantung pemesanan.

“Setelah gula sudah mengering lalu dibungkus menggunakan daun aren, aromanya jadi bagus,” kata Kakek Halim di kediamannya, Rabu (3/7/2019).

Hotimah saat merapikan cetakan gula aren Cikeris

Generasi Pertama dan Terakhir
Menurut Kakek Halim saat ini gula aren Cikeris hanya diproduksi olehnya saja. Meski hanya seorang diri di Desa Pawenang sendiri jumlah pengrajin gula aren berjumlah 20 orang. Namun mayorias pengrajin mencetak gula aren dalam ukuran besar seperti yang dijual di pasar.

Karena seorang diri Kakek Halim mengaku tidak ada lagi penerus yang membuat gula aren Cikeris. Bahkan anak-anaknya tidak ada yang meneruskan membuat gula aren Cikeris. Tidak salah bila Kakek Halim menjadi generasi pertama dan terakhir dari gula aren Cikeris.

“Tidak ada yang mau ikut membuat gula aren Cikeris, jadi cuma satu-satunya,” kata Kakek Halim.

Tingginya permintaan membuat Kakek Halim terus memproduksi gula aren Cikeris. Selain tinggi peminat, gula aren Cikeris juga memiliki harga yang lebih baik. Satu ikat gula aren Cikeris yang berisi 20 bungkus dihargai Rp15 ribu.

“Harganya 15 ribu, agar lebih awet gula Cikeris harus disimpan di tempat kering,” paparnya.

Sekretaris Desa Pawenang, Syarip mengatakan untuk memaksimalkan produk unggulan desa kedepan gula aren Cikeris akan dipasarkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Muara Tani.

“Insyallah kedepan BUMDesa ikut melakukan branding dan pemasarannya,” pungkas Syarip.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top