News

Dedi Mulyadi akan Pertemukan Eka Penyandang Tunanetra dengan Sang Ayah

Calon wakil gubernur jawa barat nomor urut 4, dedi mulyadi saat bertemu eka

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Kunjungan calon Wakil Gubernur Jawa Barat bernomor urut 4 Dedi Mulyadi Kabupaten Bekasi ternyata menyisakan kisah. Secara tidak sengaja, pria yang pernah memimpin Purwakarta selama dua periode itu bertemu dengan seorang penyandang tunanetra.

Eka (24) warga Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi sejak kecil tidak dapat melihat indahnya dunia. Kedua matanya mengalami luka yang mengakibatkan saraf matanya tidak berfungsi sebagaimana seharusnya.

Uniknya, pemuda tersebut sangat pandai bermain gitar. Dia mengaku diajarkan oleh tetangganya melalui berbagai channel Youtube.

“Alhamdulillah diajarkan dari Youtube. Pakai gadget juga sedikit-sedikit pencet bisa,” katanya kepada Dedi, Sabtu (3/3/2018).

Di hadapan pria yang lekat dengan iket Sunda berwarna putih itu, Eka menceritakan bahwa dia memiliki seorang ayah. Akan tetapi, akibat perceraian sang ayah yang bernama Sulaeman dengan ibunya, Empat (65), sudah 4 tahun dia tidak dapat bertemu.

Sulaeman ternyata merupakan warga Desa Pasawahan Tengah, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta. Desa tersebut berbatasan langsung dengan desa tempat Dedi Mulyadi tinggal yakni Desa Sawah Kulon, di kecamatan yang sama.

Ibunda Eka menceritakan, selama ini, Sulaeman tidak pernah menengok anaknya. Padahal, kondisi Eka yang tunanetra sangat membutuhkan pendampingan. Saat menjadi suaminya pun, Sulaeman diketahui tidak pernah mengusahakan anaknya tersebut.

“Ah suka malas. Saya ini dagang sedikit-sedikit, tapi kalau dapat laba langsung dia ambil. Sehari-hari diam terus di rumah, gak mau bekerja. Karena itu, terpaksa kami bercerai,” kenang Empat.

Mendengar curhatan tersebut, Dedi Mulyadi berjanji untuk mempertemukan Eka dengan sang ayah. Dia meminta izin berkeliling sebentar di desa tersebut untuk kembali ke rumah Eka dan menjemputnya. Bersamanya, Eka akan dibawa ke Purwakarta.

“Saya keliling dulu sebentar. Setelah itu, saya jemput Eka dan Ibu kesini untuk bertemu Pak Sulaeman. Biar nanti menginap saja dulu di rumah saya. Nanti, biar saya cari Pak Sulaeman ke desanya,” kata Dedi.

Menurut Dedi, walaupun orang tua sudah berpisah, anak dan orang tua termasuk ayahnya tidak boleh terpisah.

“Meskipun orang tua sudah cerai, tapi orang tua harus tetap merawat anaknya,” ujarnya.

Dedi pun menaruh rasa kagum atas pribadi Eka. Kata dia, walaupun keadaan eka kurang sempurna, tetapi Allah swt senantiasa membuka mata batin Eka. Karenanya, mata batin itu kini sangat tajam.

“Eka memiliki kelebihan, mata batinnya tajam. Ini pelajaran bagi saya agar berkeseharian selalu menggunakan nurani dan menjungjung nilai kemanusiaan,” pungkasnya.

Click to comment

Berita Populer

To Top