Desa

Empat Tahun Tak Bertemu Dedi Mulyadi, Bah Idi Kini Jadi Bos Domba

Empat Tahun Tak Bertemu Dedi Mulyadi, Abah Idi Kini Jadi Bos Domba

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Seorang Anggota Linmas, Abah Idi (59), warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Bojong, Purwakarta berubah menjadi juragan domba. Dia mendapatkan bibit domba dari Mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi 4 tahun lalu.

Empat bibit domba kini berkembang biak menjadi beberapa kandang berisi 35 ekor domba. Bahkan, kakek tua itu bisa mempekerjakan tetangganya sebagai penggembala dombanya sehari-hari

Abah Idi mendatangi Dedi dalam sebuah kegiatannya di Desa Bojong Timur tak jauh dari desanya. Dia mengucapkan terima kasih kepada Budayawan Jawa Barat tersebut.

“Saya mau ketemu Pak Dedi, mau bilang terima kasih. Beliau memberikan empat domba 4 tahun lalu. Sekarang, dombanya jadi banyak,” katanya lokasi kegiatan Dedi, Senin (3/9/2018).

Usia tua membuat penglihatan Abah Idi terganggu. Dia kesulitan mengenali wajah Ketua DPD Golkar Jabar tersebut. Biasanya Dedi mengenakan ikat kepala berwarna putih. Akan tetapi, dalam kegiatan bedah rumah itu, dia menggunakan topi berwarna kuning.

“Mana Pak Dedi?. Ini bapak ya,” ujar Abah Idi usai mendengar suara panggilan dari Dedi Mulyadi.

Abah Idi menjelaskan, 15 ekor domba dari 35 ekor domba tersebut sudah dijual untuk kebutuhan keluarganya. Sementara 20 ekor lainnya masih berada di kandang dan dirawat para tetangganya.

“Alhamdulillah, hasilnya sangat terasa Pak. Sekali lagi terima kasih, hatur nuhun, berkah buat bapak,” ucapnya.

Keberhasilan Mengubah Tukang Menjadi Tuan

Selama menjabat sebagai Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi kerap memberikan hewan ternak domba secara cuma-cuma kepada warganya. Hal ini tidak terlepas dari niatan dirinya mengubah tukang menjadi tuan.

Potret Abah Idi menjadi salah satu indikator keberhasilan program yang dia inisasi sejak menjadi Wakil Bupati Purwakarta tersebut.

“Biasanya kan begini, penggembala ternak itu dia mendapat upah dari juragan ternak. Polanya kita ubah, pemerintah hadir memberikan modal berupa hewan ternak. Sehingga, seorang tukang bisa menjadi tuan di masa depan,” katanya.

Selain itu, program tersebut juga memiliki nilai strategis. Swasembada daging di sebuah daerah bisa segera dicapai melalui pemberlakuan sistem ini secara sistemik.

“Ketersediaan daging di sebuah desa itu tidak perlu susah mewujudkan. Produknya ada di desa itu, pasarnya ada di desa itu, jadi bisa swasembada daging,” ucapnya.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top