Politik

TKD Jabar: Jokowi-Ma’ruf Amin Unggul Merata Di Jawa Barat 

Ketua tim kampanye daerah jabar, dedi mulyadi bersama capres 01 Joko Widodo dalam suatu acara

PURWAKARTAPOST.CO.ID-Pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin diklaim unggul merata di Jawa Barat sudah meskipun masih dalam jumlah selisih yang tidak terpaut jauh.

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat calon presiden Joko Widodo – Ma’ruf Amin Dedi Mulyadi mengatakan, kemenangan pasangan yang diusungnya sudah merata di Jawa Barat tidak ada daerah yang memerlukan perhatian khusus akan tetapi kemenangan capres nomor urut 01 tetap harus di genjot.

“Kemenangan sudah merata namun kita tidak harus terlena dengan kemenangan ini, secara politis kekhawatiran itu ada,” kata Dedi, saat ditemui di sela-sela rapat Konsolidasi Kemenangan Pasangan Jokowi-Maruf Amin di Hotel Asrilia, Kota Bandung. Jum’at 1/3/2019.

Lebih lanjut menurut Dedi, jika pihaknya memetakan kemenangan di daerah tertentu atau memberikan perhatian khusus pada satu daerah maka akan disibukan dengan satu daerah tersebut dan melupakan daerah lain.

“Jadi malah sibuk ngurus tetangga nanti dan melupakan rumah sendiri, maka perhatian itu harus sama disetiap daerah tidak ada yang diistimewakan,” katanya.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan, pihaknya tidak bicara soal besaran angka berapa selisih kemenangan pasangan Jokowi – Amin di Jawa Barat, akan tetapi lanjut Dedi yang ditekankan pada tim adalah tren Jokowi yang terus meningkat menjadi semangat kekuatan tim.

“Jadi keunggulan ini bukan lantas kita menjadi jumawa menjadi terlena dan menganggap sudah menang, saya selalu mengingatkan pada semua sampai tanggal 17 April nanti jangan pernah merasa menang,” ujarnya.

Kemudian Dedi menjelaskan, langkah yang dilakukan oleh pihaknya saat ini adalah perang langsung mempengaruhi masyarakat, bukan perang lewat udara. Jika melihat kekuatan jumlah pendukung Pak Jokowi relatif banyak sehingga distribusi kadernya juga merata.

“Tinggal bagaimana distribusi yang merata itu memiliki efek yang cukup strategis bagi mempengaruhi publik secara langsung, karena kalau sudah menjelang tanggal 17 tuh sudah perang darat,” ujar Dedi.

Dedi menambahkan, untuk mendapatkan suara yang maksimal dalam waktu yang kurang dari dua bulan lagi pihaknya sudah memetakan hingga Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kemudian berbicara soal saksi yang sudah seharusnya tinggal didistribusikan.

“Ini sudah langkah-langka akhir kita bukan bicara lagi daerah namun sudah berbicara soal TPS,” tutur Dedi.

Loading...
Click to comment

Berita Populer

To Top